Teknik Pembelajaran
a.
Metode
inkuiri adalah suatu cara menyampaikan pelajaran dengan penelaahan sesuatu yang
bersifat mencari secara kritis, analisis, dan argumentative (ilmiah) dengan
menggunakan langkah-langkah tertentu menuju kesimpulan.
![]() |
Ilustrasi :
b.
Model
pembelajaran konstruktivisme adalah salah satu pandangan tentang proses
pembelajaran yang menyatakan bahwa dalam proses belajar (perolehan pengetahuan)
diawali dengan terjadinya konflik kognitif.
Ilustrasi
:
Konstruktivisme
adalah satu pandangan bahwa peserta didik membina sendiri. pengetahuan
atau konsep secara aktif
berdasarkan pengetahuan dan pengalaman
yang ada. Hal ini berimplikasi bahwa guru berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Guru tidak selamanya
harus serta merta menyampaikan suatu
konsep atau prinsip secara utuh kepada peserta didik. Guru dapat mengarahkan peserta didik secara mandiri
atau berkelompok untuk menemukan dan
membangun konsep atau prinsip secara mandiri. Bila merujuk pada teori Piaget, maka peserta didik yang berada pada enjang SMP/MTs (usia sekitar 12-14/15 tahun),
termasuk dalam kategori tingkat
operasional formal. Pada periode ini anak dapat menggunakan operasi-operasi konkretnya untuk membentuk operasi-operasi
yang lebih kompleks. Kemajuan utama pada
peserta didik pada periode ini adalah ia tidak perlu berpikir
dengan pertolongan benda-benda atau peristiwa-peristiwa konkret. Peserta didik sudah mampu berpikir abstrak, karena itu
pembelajaran kooperati dapat
dilaksanakan pada jenjang SMP/MTs.Dengan
menggunakan teori konstruktivisme, guru Pendidikan Agama Islam pada jenjang SMP/MTs. tidak merasa kesulitan
ketika membelajarkan peserta didik dengan menggunakan bahan ajar
yang bersifat konsep. Misalnya, pada pembelajaran dengan judul materi
Iman Kepada Hari Akhir, guru Pendidikan Agama
Islam tidak terlalu sulit untuk membelajarkan peserta didik dengan materi ini. Konsep Iman Kepada Hari Akhir
memerlukan kemampuan peserta didik dalam berpikir abstrak. Peserta
didik pada jenjang pendidikan ini sudah
memiliki keterampilan berpikir abstrak. Oleh karena itu, model pembelajaran
kooperatif sebagai bagian dari teori konstruktivisme dapat digunakan untuk mengkonstruksi pengetahuan peserta
didik mengenai materi ajar di atas. Guru dapat mengarahkan peserta didik untuk membentuk
beberapa kelompok belajar. Sesuai dengan
sintaks pembelajaran kooperatif, guru berperan sebagai fasilitator
dalam pembelajaran. Dengan model pembelajaran seperti
ini, peserta didik dapat berinteraksi dengan peserta didik lain untuk dapat mengkonstruksi pengetahuan mereka tentang materi yang
disampaikan.
c.
SETS
merupakan akronim yang mempunyai kepanjangan Science,Environment,Technology,Society
.Jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia adalah model pembelajaran yang
melibatkan empat buah aspek yaitu Sains ,lingkungan ,teknologi dan
sosial.Akronim SETS sebenarnya sudah go public di seluruh negara ASEAN karena
dipublkikasikan melalui RECSAM (Pusat Serantau Pendidikan Sains dan Matematika
).
Melalui pembelajaran SETS ini diharapkan agar anak didik akan memiliki kemampuan memandang sesuatu secara terintegral dengan memperhatikan keempat unsur dalam SETS,sehingga diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pengetahuan yang dicapainya.Sebagai konskwensi diharapkan agar pengetahuan tersebut akan memungkinkan mereka memanfaatkannya didalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembelajaran SETS ini diharapkan agar anak didik akan memiliki kemampuan memandang sesuatu secara terintegral dengan memperhatikan keempat unsur dalam SETS,sehingga diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pengetahuan yang dicapainya.Sebagai konskwensi diharapkan agar pengetahuan tersebut akan memungkinkan mereka memanfaatkannya didalam kehidupan sehari-hari.
Ilustrasi:
: 

d.
Metode pemecahan
masalah adalah suatu cara menyajikan pelajaran dengan mendorong peserta didik
untuk mencari dan memecahkan suatu masalah/persoalan dalam rangka pencapaian
tujuan pengajaran.
Ilustrasi
:Pada dasarnya berfikir itu kebanyakan melibatkan
pemecahan masalah. Masalah itu merupakan sesuatu hal yang mengandung
keragu-raguan, ketidak-pastian, atau kesulitan yang harus dipecahkan, dikuasai,
dan dijinakkan. Salah satu contoh masalah dalam IPS seperti : Masalah
pertambahan penduduk alami di indonesia yang sangat tinggi,masalah hubungan
indonesia dengan negara tetangga,masalah pencemaran air,udara dan tanah. Dapat
di katakan bahwa masalah atau problem adalah suatu keadaan yang tidak sesuai
dengan keadaan yang di harapkan. Dalam proses pembelajaran, siswa dihadapkan
pada permasalahan, terutama masalah yang benar-benar terjadi di masyarakat,
mengenai diri siswa,masalah-masalah aktual yang sangat menarik untuk
dibicarakan. Keadaan seperti itu akan menyeret siswa kepada proses berpikir
tentang bagaimana cara pemecahannya. Jadi yang ditekankan dalam problem solving
adalah terpecahkannya suatu masalah secara rasional, logis, dan benar.
Pembelajaran pemecahan masalah di padang penting agar siswa memiliki
ketrampilan dalam menghadapi dan mengatasai masalah.
e.
Metode
diskusi adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa-siswa dihadapkan kepada
suatu masalah, yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat
problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama.
![]() |
Ilustrasi :
f.
Metode
Tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus
dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetpi dapat pula dari siswa kepada
guru. Metode tanya jawab adalah yang tertua dan banyak digunakan dalam proses
pendidikan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah.
Ilustrasi
:
![]() |
g.
Metode penugasan terstruktur
adalah cara penyampaian bahan pelajaran dengan memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan
dalam rentangan waktu tertentu dan hasilnya harus dipertanggungjawabkan kepada
guru.
![]() |
Ilustrasi :
h.
Metode karya ilmiah merupakan prosedur atau cara
seseorang dalam melakukan suatu kegiatan untuk mempermudah memecahkan masalah
secara teratur, sistematis, dan terkontrol. Ilmiah adalah sesuatu keilmuan
untuk mendapatkan pengetahuan secara alami berdasarkan bukti fisis.
Ilustrasi
:

i.
Metode
Demonstrasi dan Eksperimen ialah suatu upaya pembelajaran atau proses belajar
dengan cara praktek menggunakan peragaan yang di tujukan pada siswa
dengan tujuan agar semua siswa lebih mudah dalam memahami dan
mempraktekkan apa yang telah diperolehnya dan dapat mengatasi suatu
permasalahan yang terjadi sehubungan dengan yang sudah didemonstrasikan.
![]() |
Ilustrasi :





Komentar
Posting Komentar